Welcome
Welcome to this blog!
Di blog ini Anda dapat mencari artikel-artikel, materi pelajaran bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, Kimia dan Bahasa Indonesia untuk SMP dan SMA.
Anda juga dapat mencari link sekolah maupun perguruan tinggi baik di dalam maupun di luar negeri. Seperti misalnya Universitas California, MIT dan sebagainya.
Anda juga dapat mendapatkan informasi tentang bea siswa dalam dan luar negeri.
Bagi yang memiliki materi yang ingin ditayangkan di blog ini kirimkan ke E-Mail saya intankierana@gmail.com .
Terima kasih.
Intan Kirana
Hujan Abu di Yogyakarta Sebabkan Banyak Kecelakaan Meylan Fredi Ismawan - detikNews
<p>Your browser does not support iframes.</p>
foto: detikcom Jakarta - Sejumlah kecelakaan terjadi karena guyuran hujan abu letusan Gunung Merapi sampai ke kota Yogyakarta. Hal ini disebabkan jalan licin karena hujan abu yang cukup pekat bercampur dengan gerimis.
Kecelakaan beruntun antara motor, Suzuki Carry, dan Toyota Avanza terjadi di Jl Abu Bakar Ali. Jarak pandang yang pendek mengakibatkan pengendara motor yang terpeleset langsung terpelanting menabrak Suzuki Carry. Pengemudi Carry yang banting setir pun menabrak Avanza yang ada di sebelahnya.
Kecelakaan ini mengakibatkan dua orang pengendara motor yakni Roswidayani (22) dan Suherman (29) luka-luka dan harus dirawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Selain kecelakaan tersebut, kecelakaan juga terjadi di sekitar kampus Universitas Gajah Mada. Polantas Yogyakarta yang tengah patroli di Jl Abu Bakar Ali, Briptu Ridho, menuturkan adanya kecelakaan yang melibatkan beberapa motor di depan Mirotta Kampus UGM.
Selain itu, mobil ambulan juga mondar-mandir mengangkut pengungsi yang terluka. Sebuah ambulan membawa sedikitnya 11 pengungsi harus dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah. Di antara korban tersebut ada dua orang ibu hami, satu bayi usia 4 bulan.
Sementara itu, RS PKU Muhammadiyah sendiri sudah menampung belasan korban kecelakaan. Karena keterbatasan ruangan, sejumlah pasien akan dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah cabang Wates.
(van/did)
From: detik.com
HARIMAU
HARIMAU (Hydrometeorological ARray for Intraseasonal-variation Monsoon AUtomonitoring) merupakan kerjasama penelitian antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) dengan IORGC-Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC), RISH-Kyoto University, dan ILTS-Hokkaido University, yang penyelenggaraannya di bawah koordinasi Pusat Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam (PTISDA) – BPPT.
Instrumen pengamatan cuaca dan iklim HARIMAU tersebar di beberapa lokasi strategis di Indonesia, terutama pada daerah-daerah yang berdekatan dengan garis ekuator (khatulistiwa), seperti Padang, Pontianak, Manado dan Biak.

Dibawah ini peta radar pengamat curah hujan di Jakarta dan sekitarnya. Lokasi pengamat radar berada di Serpong.

Peta curah hujan Jakarta dan sekitarnya
Tentusaja informasi ini perlu untuk mengetahui curah hujan terkini. Citra ini diperbaharui setiap 6 menit. Peringatan banjir tentusaja akan dipermudah dengan adanya pengamatan radar hujan ini.
Dibawah ini info Sattelite dari BMKG

Citra Infra Red dari BMKG

Citra Sattelite BMKG
(From: Dongeng Geologi http://rovicky.worpress.com)
VIVAnews - Gunung Merapi kembali meletus. Letusan terjadi sejak pukul 11.28 - 15.14 WIB, Minggu, 31 Oktober 2010.
Letusan Merapi kali ini juga mengeluarkan awan panas dan hujan abu.
"Luncuran awan panas menyebar kemana-mana. Terjadi sejak tadi siang," kata Kepala Pusat Vulkonologi & Mitigasi Bencana Geologi Surono saat dihubungi VIVAnews.
Luncuran awan panas ini terjadi beberapa kali menuju lereng dengan kecepatan tinggi. Salah satunya ke arah hulu Kali Gendol yang jaraknya 6.5 kilometer dari puncak Merapi.
Sejak Merapi meletus Selasa, 26 Oktober 2010 lalu, hingga kini sudah beberapa kali terjadi letusan.
Letusan terakhir sebelum meletus lagi hari ini terjadi Sabtu 30 Oktober 2010 dini hari pukul 00.50. Letusan itu teramat dahsyat.
"Tinggi asap 3,5 kilometer, warna hitam. Masyarakat panik karena Merapi tak pernah bikin petasan sebesar itu," kata Surono. Abu akibat letusan Merapi itu menyebar ke seluruh wilayah Yogyakarta.
(From : http://nasional.vivanews.com )
 ISTIMEWA | |
Awan panas kembali dimuntahkan dari mulut Gunung Merapi sekitar pukul 14.28 WIB, Minggu (31/10).
Kepulan tebas Wedhus Gembel terlihat mengarah ke timur yang diperkirakan menuju kawasan Klaten dan Boyolali, Jawa Tengah.
Kepala Badan Geologi R Sukhyar dalam wawancaranya di stasiun
Metro TV, menuturkan, muntahan awan panas itu merupakan fenomena lazim berkaitan dengan pembentukan kubah lava baru.
"Ada bukaan kawah ke arah selatan. Bisa jadi gugurannya ke Kali Gendol," terang dia.
(From : http://rakyatmerdeka.co.id)